Monday, 24 December 2012

Hukum Sarana sama dengan Hukum Tujuan

*)  Salah satu Kaidah Fiqih adalah hukum sarana sama dengan hukum tujuan. Maka apa-apa yang membuat suatu kewajiban tidak bisa dilaksanakan dengan sempurna kecuali dengan sesuatu itu, maka sesuatu itu hukumnya menjadi wajib.
Contoh:
- Shalat itu hukumnya wajib. Jika seorang muslim mendengar adzan dan mau tidak mau harus menyeberangi sungai menuju masjid untuk shalat berjama'ah, maka baginya menyeberangi sungai adalah wajib. Karena tujuan yang akan dicapai (shalat) adalah wajib, maka sarana untuk shalat pun (menyeberangi sungai) hukumnya menjadi wajib.
 - Shalat yang benar sesuai dengan syariat Allaah itu hukumnya wajib. Cara/sarana untuk menuju kepada shalat yang benar adalah dengan menuntut ilmu tata cara shalat yang benar. Maka menuntut ilmu untuk mengetahui tata cara shalat yang benar hukumnya menjadi wajib bagi setiap muslim.

*) Ada 2 macam manusia yang tidak pernah merasa kenyang/puas
1.  Pencari dunia
2. Penuntut Ilmu 

Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Friday, 8 June 2012

Kenapa Wanita Muslimah Harus Berjilbab?

Kenapa wanita muslimah harus berjilbab?

1. karena jilbab adalah perkara yang diperintahkan Allah dan Rasulullah (Al-Ahzab:36)
2. jilbab adalah bukti keimanan.
  • Konsekwensi iman adalah "Sami'na wa Atha'na" yang artinya kami dengar dan kami taat. Maka jika seorang muslimah mengaku beriman, maka tidak sepantasnyalah mereka tidak mau mentaati perintah Allah untuk menutup aurat-aurat mereka.
3. jilbab adalah furqaan (pembeda) antara wanita yang baik-baik dan yang sebaliknya
4. jilbab adalah lambang rasa malu.
  • semakin besar rasa malu seorang wanita, maka akan semakin cantik wanita itu. 
  • malu adalah sebagian dari iman
5. karena seluruh tubuh wanita adalah amanah yang Allah amanahkan untuk dijaga dan ditutup
6. jilbab adalah sebuah kehormatan dari Allah yang Allah ingin menghormati wanita dengan jilbabnya
7. jilbab merupakan lambang kesucian
8. jilbab merupakan lambang kecemburuan
9. untuk menghindarkan masyarakat dari fitnah syahwat
  • hancurnya Bani Israil itu karena perzinahan
  • tidaklah zina itu tersebar di suatu negeri kecuali Allah akan menurunkan penyakit-penyakit
10. untuk menjaga rumah tangga-rumah tangga kaum muslimin
11. untuk menghindarkan adzab yang akan menimpa
  • kalau manusia sudah tidak melakukan perintah Allah/tidak memperingatkan satu sama lain/ tidak mengingkari kemungkaran dan tidak amar ma'ruf nahi mungkar maka adzab Allah akan datang kepada mereka dengan merata (Na'udzubillah mindzalik)
12. karena Allah menciptakan pada diri-diri manusia itu syahwat dan kunci dari syahwat adalah pandangan
  • sehingga jika wanita tidak menutup aurat maka pandangan-pandangan lelaki kepada wanita yang mengumbar aurat tidak terbendung dan menimbulkan syahwat yang besar
13. untuk menjaga hati.
  • karena penyakit hati ada 2, yaitu syubhat dan syahwat
14. untuk menghindarkan kaum muslimah (wanita muslim) dari adzab api neraka dengan menjalankan perintah Allah dengan berhijab
15. sebagian ahli kedokteran menyatakan bahwa kulit wanita itu sensitif dan rambut yang terkena matahari itu akan rusak.
  • Allah lah yang menciptakan kita dan Allah maha tau apa yang kita butuhkan, Allah maha tau apa yang baik dan yang tidak baik untuk ciptaan-Nya
16. untuk menutup pintu syaithan.



Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Wednesday, 6 June 2012

Hukum Mengucapkan Insya Allah Ketika Berdoa

Syaikh Shalih Fauzan bin Abdullah Al Fauzan hafidzahullah ditanya :

Pertanyaan : Apa hukum ucapan insa Allah ketika do’a, misalnya “(Insya Allah) Jika Allah menghendaki maka Dia akan memberi fulan seorang anak.” Apakah hal ini masuk dalam larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengatakan “Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki” ketika do’a dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengucapkan amin. Ataukah ucapan amin itu khusus bagi orang yang mendengar do’a ?

Jawaban : Ya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengucapkan “Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki, Ya Allah rahmatilah aku jika Engkau mau, namun hendaknya dia memiliki keinginan yang kuat dalam permintaannya tersebut, karena sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang memaksa Allah untuk berbuat sesuatu.” Maka tidak selayaknya mengucapkan insya Allah jika berdo’a kepadanya, ketika mendo’akan saudaranya atau mendo’akan salah satu kaum muslimin. Hendaknya dia berdo’a dengan do’a yang kuat atau yakin akan dikabulkan, jangan ragu ketika berdo’a. Karena ucapan insya Allah itu istitsnaa (pengecualian) yang tidak ada keyakinan didalamnya. Oleh karena itu hendaknya meninggalkan lafadz ini ketika berdo’a.

Sumber : http://alfawzan.ws/node/13610


Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Friday, 25 May 2012

Kesabaran

 Ketika menuntut ilmu, mengamalkan ilmu dan mendakwahkannya maka membutuhkan kesabaran. Kenapa?
1. Karena jalan kebenaran/ilmu/amal/dakwah itu tidak mudah tapi penuh dengan rintangan dan juga panjang waktunya
  • Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai oleh hawa nafsu dan syahwat sedangkan neraka itu sebaliknya, dikelilingi oleh hal-hal yang disukai oleh hawa nafsu (Al-Baqarah: 214)
  • Akan datang sebuah waktu di mana orang yang berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah itu seperti memegang bara api.
2. Dengan ujian-ujian itu akan terlihat siapa yang benar-benar mencari ridha Allah atau menjadikan agama sebagai alat tunggangannya saja. Sehingga Allah bisa memberikan ganjaran kepada orang-orang yang baik dan yang buruk. (Al-Hajj : 11)

3. Kesabaran adalah hal yang harus dijalankan oleh seorang muslim secara mutlak.
  • Contoh nabi Yunus. Beliau pergi dari lingkungannya karena tidak sabar dengan kaumnya yang kemudian beliau dilemparkan ke dalam laut dan di makan oleh ikan paus. Ini disebabkan karena beliau tidak sabar dan ditegur oleh Allah dengan hal tersebut. 
  • Nabi-nabi Allah itu ma'sum artinya jika mereka berbuat salah, Allah langsung menegur dan memaafkan mereka.
  • Rasulullah ditegur dengan turunnya surat 'Abasa watawalla... (cerita tentang Ummu Maksum)

Kiat-kiat bersabar dan menuntut/mengamalkan/mendakwahkan ilmu:
1. mempelajari keutamaan-keutamaan bersabar  yaitu:
  • Mendapatkan pahala tanpa batas (Az-Zumar: 10) --> Pengetahuan seseorang terhadap keutamaan sesuatu, akan memotivasi dia untuk meraih sesuatu tersebut.
  • Mendapatkan kecintaan Allah (Ali Imran: 146)
 2. berdoa agar Allah teguhkan/istiqamahkan hati kita untuk terus bersabar dan berda di jalan kebenaran sampai mati

3. bertawakkal kepada Allah/ bersandar/ menggantungkan keinginan kita hanya kepada Allah (Ath-Thalaq)

4. mempelajari apa yang pernah dialami orang-orang terdahulu, bagaimana mereka dicoba dengan cobaan yang sangat berat tetapi mereka tetap bisa bersabar.
  • manusia yang paling banyak cobaannya berturut-turut yaitu para nabi, orang-orang saleh, dan orang-orang yang levelnya di bawah mereka
  • semakin tinggi keimanan seseorang, akan semakin berat cobaannya sehingga cobaan seseorang itu bergantung pada kadar keimanannya
  • pengikut nabi Nuh hanya +/- 100 orang dengan jangka waktu dakwah 950 tahun subhaanallah....
5. Bergaul dengan orang-orang yang memiliki cita-cita yang sama
  • seseorang itu berada di atas agama sahabatnya, maka selektiflah dalam memilih sahabat (Ali Imran: 101)
  • para sahabat tidak mungkin kafir karena:
    • ayat-ayat Allah selalu dibacakan di sisi para sahabat
    • Rasulullah selalu berada di sini mereka/ di tengah-tengah mereka, sehingga dengan ini para sahabat terkondisikan dengan lingkungan yang baik bersama Rasulullah shallallah 'alayhi wa sallam.
6. Meyakini bahwa Allah selalu bersama kita selama kita sabar di jalan Allah. (An-Nisa: 104)
  • janganlah kalian gentar menghadapi musuh, karena musuh juga mempunyai rasa takut seperti kita sehingga kita harus yakin bahwa Allah selalu bersama kita. Logikanya mereka aja "sebenernya" punya rasa takut ketika melakukan keburukan kepada kita, kenapa pula kita harus takut terhadap mereka. Oleh karena itulah tidak ada rasa takut dan gundah di hati Bilal ketika Bilal disiksa. Karena keyakinan Bilal pada Allah bahwa Allah bersama dia dan akan membantu dia.
7. Meyakini bahwa mengamalkan ilmu agama dan berdakwah kepada agama yang benar adalah kebutuhan kita. Jadi ketika kita keluar dari jalan dakwah atau jalan kebenaran, kita sendiri yang rugi, karena Allah akan dengan mudahnya gantikan kita dengan kaum yang dicintai Allah dan mencintai Allah, yang lembut terhadap orang-orang mukim dan tegas dengan orang-orang kafir. (Al-Maidah: 54).
Ini berarti juga bahwa kebenaran itu akan tetap exist sampai kapanpun. Ada atau tidak adanya kita di barisan tersebut.

Dalil-dali tentang kesabaran bisa dibaca di sini.
Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Friday, 18 May 2012

Thalabul Ilmi (Cerita tentang Musa dan Khidir)


Ilmu adalah rahmat dan karunia dari Allah.
Faedah cerita Nabi muda dan Khidir dalam perjalanan menuntut ilmu:

  • Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang memberikan petunjuk dan membimbing kita kepada al-khair (kabaikan).
  • Setiap ilmu yang membimbing kepada jalan hidayah, kepada kebaikan maka itulah ilmu yang bermanfaat
  • Orang yang tidak memiliki kesabaran mengambil ilmu dari orang alim, maka dia bukanlah orang yang ahli untuk mendapatkan ilmu dan dia bukanlah orang yang layak untuk mendapatkan ilmu. Karena menuntut ilmu itu harus dengan kesabaran
  • Diantara yang membantu kita untuk bisa bersabar di atas sesuatu adalah karena dia memiliki ilmu atas sesuatu tersebut (karena bagaimana seseorang bisa bersabar atas sesuatu jika dia tidak memiliki pengetahuan apapun tentang sesuatu itu)
  • Tidak terburu2 menghukumi sesuatu sampai dengan dia mengetahui tentang itu (harus check and recheck)
  • Menggantungkan seluruh hal2 yang akan datang kepada Allah dan kita harus ber'azm (berniat dengan sangat untuk melakukan hal baik) (satajiduniii insyaa Allahu shaabiraaan walaa ta'shii laka amraaa)
  • Jika seorang guru melihat suatu maslahat dari muridnya, maka hendaknya diperhatikan dan bisa memberikan keterangan kepada muridnya jangan banyak bertanya ketika belajar (terutama yang terinci yang belum sampai pembahasan kepada hal tersebut), karena murid harus mengikuti dulu penjelasan gurunya (jangan menyela ketika guru menjelaskan).
  • Jangan bertanya tentang sesuatu yang di luar pelajaran
  • Dari kisah nabi Musa dan khidir di atas laut, maka diperoleh hukum bahwa kita diperbolehkan melakukan safar di atas laut jika tidak membahayakan
  • Bekerja di lautan pun diperbolehkan sebagaimana bekerja di daratan asalkan tidak membahayakan.
  • Nabi musa terlupa akan janjinya tidak menanyakan sesuatu yang dilakukan Khidir dan Khidir tidak memberikan sanksi apapun kepada nabi Musa. Hikmahnya bahwa manusia tidak diberi sanksi karena lupa, baik itu tentang hak Allah maupun tentang hak hamba2 Allah. Tetapi jika berhubungan dengan hak hamba2 Allah maka tetap harus berkewajiban menggantinya.
  • Hendaklah seseorang memberikan tugas kepada orang lain sesuai dengan kemampuan yang diberikan tugas (tidak boleh membebani seseorang di luar kemampuannya)
  • Perkara duniawi dihukumi sesuai dengan dhohirnya (karena kita tidak mengetahui hati manusia sehingga kita tidak boleh menghukumi sesuatu yang tersembunyi di dalam hati, hanya menghukumi yang tampak)
  • Hendaklah kita tidak sombong dalam mencari ilmu, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan menjauhi maksiat dan bertawakkal kepada Allah (ilmu adalah cahaya dan Allah tidak menurunkan cahaya kepada orang yang bermaksiat)
  • Keburukan yang besar dicegah dengan keburukan yang lebih kecil. Contoh anak kecil yang dibunuh oleh khidir. Khidir membunuh anak kecil (keburukan: membunuh), yang kalau dia besar, anak kecil itu akan mengkafirkan kedua orang tuanya (keburukan: kekafiran). Kedua perbuatan itu (membunuh dan kekafiran keduanya adalah sama-sama keburukan) tetapi membunuh itu lebih kecil keburukannya dibandingkan dengan kekafiran.
  • Diperbolehkannya menggunakan harta seseorang untuk kemaslahatan orang tersebut. Dalil: ketika nabi khidir melobangi dan menenggelamkan perahu seseorang. Beliau merusak perahu tersebut dalam rangka kemaslahatan mereka. Karena jika tidak ditenggelamkan perahu tersebut akan dirampas dan dirampok oleh raja yang dzalim.
  • Pembunuhan adalah dosa yang paling besar.
  • Hamba yang shaleh itu dijaga oleh Allah. Dijaga dirinya dan keturunannya (wakaana abuuhumaa shaalihaa). Dalil: ketika nabi khidir menegakkan tembok milik 2 anak kecil yang orang utanya (yang shaleh) sudah meninggal yang di dalamnya terdapat harta benda milik kedua anak tersebut.
  • Berkhidmat/ hormat kepada orang2 shaleh dan ahli ilmu (orang2 yang berilmu) adalah jauh lebih mulia dibandingkan berkhidmah kepada orang yang tidak berilmu.
  • Hendaklah kita beradab kepada Allah walaupun hanya dengan lafad (khidir menyandarkan kepada Allah ketika mengatakan "Rabb ku menginginkan…" dan menisbatkan keburukan kepada dirinya sendiri (ketika ibrahim mengatakan "kalau aku sakit, dan Allah lah yang menyembuhkanku", sakit dinisbatkan kepada Ibrahim dan kesembuhan dinisbatkan kepada Allah")
  • Tidak boleh kita meninggalkan sahabat/pertemanan bagaimanapun keadaannya dan tidak boleh juga berbeda dengan sahabat kita sebisa mungkin. Karena berkesesuaian/persamaan merupakan hal yang bisa melanggengkan tali persahabatan.
  • Untuk segala sesuatu kita harus selalu merasa cukup dan bersyukur walaupun hanya dengan sedikit mendapatkannya, tapi tidak untuk ilmu, kita harus selalu merasa kurang atas ilmu.
Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Tuesday, 19 October 2010

Pemahaman Islam, Iman, dan Ihsan

Umar bin Khathab ra berkata,

"Suatu ketika kami (para sahabat) duduk di dekat Rasulullah shallallah 'alayhi wa sallam tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan dan tak ada seorangpun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lulut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata, 'Hai Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam' Rasulullah menjawab, 'Islam adalah engkau bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan engkau menunaikan haji ke Baitullah jika Engkau mampu melakukannya'. Lelaki itu berkata, 'Engkau benar'. Maka kamipun heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.

Kemudian ia berkata lagi, 'Beritahukan kepadaku tentang Iman'. Nabi menjawab, 'Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab Nya, para Rasul-Nya, hari Akhir dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk'. Ia berkata, 'Engkau benar'.

Dia bertanya lagi,'Beritahukan kepadaku tentang Ihsan', Nabi menjawab, 'Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, kalaupun engkau tidak bisa melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu'.

Lelaki itu berkata lagi, 'Beritahukan kepadaku kapan terjadinya Kiamat', Nabi menjawab, 'Yang ditanya tidaklah lebih tahu dari yang bertanya'. Diapun bertanya lagi, 'beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!', Nabi menjawab, 'Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau telah melihat orang yang bertelanjang kaki tanpa memakai baju (miskin papa) serta penggembala kambing telah saling berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi'.

Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Akupun terdiam sehingga Nabi bertanya kepadaku, 'Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?' Aku menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui'. Beliau bersabda, 'Ia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.' (H.R. Muslim)

Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Tuesday, 12 October 2010

Pahala Pekerjaan Ditentukan Niatnya

Hadis ke 1, artinya:

Amirul Mukminin Abi Hafsh Umar bin Khattab ra berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallah 'alayhi wa sallam bersabda,

" Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai dengan niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan."

(Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits: Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairy An-Naisaburi, di dalam kedua kitab tershahih di antara semua kitab hadits).


Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Wednesday, 3 March 2010

Kejujuran

# Kejujuran adalah hal yang besar yang harus dijadikan prinsip. Dengan kejujuran, kita bisa mewujudkan istiqamah.

# Rasulullah mendiamkan orang yang berbohong sebagai pelajaran kepadanya. Beliau tidak menegur, tidak menjawab salamnya sampai dia bertaubat.

# Kejujuran merupakan pintu kejahatan. Semua kejahatan itu diawali dengan kebohongan apapun bentuknya. Kebohongan jika terus ditutupi akan meluas pada kebohongan yang lain.

# Rasulullah pernah ditanya:
- Apakah mungkin seorang muslim berzina? Rasulullah menjawab "Ya, mungkin"
- Apakah mungkin seorang muslim meminum minuman keras? Rasulullah menjawab "Ya, mungkin"
- Apakah mungkin seorang muslim berbohong? Rasulullah menjawab "Tidak mungkin"

Ini berarti kebohongan itu lebih besar dosanya dari zina dan minuman keras dan bila dia mengaku sebagai seorang muslim, dia pasti tidak akan berbohong.

# Macam-macam kejujuran:

1. Jujur pada perkataan dan ucapannya
- tidaklah seorang muslim berbicara melainkan dengan kejujuran
- umumnya kejujuran itu identik dengan kejujuran lisan
- asal hukum seorang muslim itu harus jujur dalam keadaan apapun kecuali dalam hal yang diperbolehkan yaitu:
1. Dalam rangka mendamaikan hubungan suami istri
2. Dalam rangka mendamaikan 2 orang yang bertikai
3. Untuk menyelamatkan nyawa seorang muslim misalnya dalam peperangan
semua itu dipebolehkan untuk bertauriyah.

# Tauriyah adalah mengucapkan kata-kata ambigu yang mempunyai beberapa makna. Mungkin makna yang ditangkap oleh orang lain akan berbeda seperti makna yang kita maksudkan. Makna yang ditangkap oleh pendengar adalah makna yang terdekat sedangkan yang kita maksudkan adalah makna yang terjauh.

Rasulullah dan Umar pernah bertawriyah. Tapi Tawriyah ini tidak dilakukan keseringan, hanya dilakukan pada saat keadaan darurat saja, karena jika keseringan tauriyah akan menjadikan kita munafik.

2. Kejujuran dalam perbuatan
Jujur dalam perbuatan ini jujur dalam mentaati semua yang Allah perintahkan, semua perbuatan kita harus dilakukan karena Allah
- kita mentaati manusia karena Allah
- kita tidak mentaati manusia juga karena Allah
- kita berolahraga karena Allah
- kita belajar karena Allah
- kita melakukan segala macam perbuatan itu karena Allah sehingga dengan begitu kita bisa ihlas. Kenapa juga mesti karena Allah?, karena nanti kalau ada perbuatan atau perintah yang menyimpang dari perintah Allah, TIDAK akan kita lakukan, meskipun itu perintah orang tua kita sendiri atau perintah atasan kita. Itu berarti kita jujur dalam perbuatan kita dalam mentaati semua perintah Allah. Kita harus punya tekad untuk melakukan kejujuran ini (berjanji pada diri sendiri).

3. Kejujuran Amal
Kejujuran ini melahirkan sifat tulus (lahir dan batinnya sama). Orang yang tidak bisa menyelaraskan lahir batinnya (hati dan akhlaknya), maka dia adalah orang munafik.

# Kejujuran pada kedudukan-kedudukan penting dalam agama, terutama yang berkaitan dengan hati seperti cinta, zuhud, sabar, harap dll.


Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Tuesday, 2 March 2010

Harta

# Ada 3 hal ketika orang meninggal, 2 hal ditinggalkan dan 1 hal akan ikut:
1. Keluarga (ditinggalkan)
2. Harta (ditinggalkan)
3. Amal (akan ikut)

# Harta itu hanya ada 3 hal:
Harta yang kita makan, suatu saat akan menjadi kotoran
Harta yang kita pakai, suatu saat akan menjadi rusak
Harta yang kita shadaqahkan, akan menjadi amal jariyah kita di akhirat nanti

# Orang yang dicintai Allah adalah:
- Orang miskin yang sabar dan
- orang kaya yang bersyukur

# Apabila ada 2 serigala yang sedang sangat kelaparan, kemudian diberikan 1 kambing, maka berebutnya 2 hewan buas itu lebih buas orang yang rakus harta. Masya Allah... Na'udzubillah mindzalik.

# Harta itu datangnya seperti air, perginya seperti angin

# Orang yang mengejar harta bagaikan berenang di danau buaya, orang yang menikmati harta bagaikan meminum air garam (tidak pernah puas)


# kenikmatan itu ada 3:
1. Kenikmatan yang ada dan kita rasakan
2. kenikmatan yang kita tunggu-tunggu kehadirannya
3. kenikmatan yang sudah ada tapi tidak kita rasakan

# Ada 2 hal yang dibenci manusia padahal kedua-duanya baik yaitu:
1. Benci kematian : padahal kematian itu baik karena bisa menghentikan dia dari fitnah dunia
2. Benci kemiskinan : padahal kemiskinan itu baik karena bisa meringankan hisab di akhirat nanti.


Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Monday, 9 November 2009

Kematian

# ketahuilah bahwa tidak ada yang mengetahui rasanya sakaratul maut kecuali yang telah mati, tapi kita bisa mengetahuinya dari dalil-dalil tentang sakaratul maut.

# para ulama mengatakan bahwa sakaratul maut itu lebih perih dari pada dicabik-cabik, lebih pedih dari pada dipotong-potong

# Ilmu yang benar itu, semakin orang memiliki ilmu tersebut semakin tambah ilmu itu maka akan semakin bertambah rasa takut dia pada Allah.

# Orang yang paling takut kepada Allah adalah para ulama, karena mereka yang lebih berilmu.

# Imam Ahmad mengatakan bahwa Azas dari ilmu adalah takut kepada Allah

# Taqwa adalah engkau beramal dengan amalan ketaatan di atas cahaya dari Allah (ilmu dari Allah) berharap mendapatkan ridhonya, dan engkau meninggalkan larangan2 Allah diatas cahaya dari Allah (ilmu dan dalil dari Allah) dan takut akan ancaman siksaan Allah.

# Seorang penyair mengatakan berbekallah kamu dengan ketakwaan, berapa banyak orang yang sehat mati tanpa penyakit dan berapa banyak orang yang sakit tapi tidak mati-mati. Berapa banyak pemuda yang sehat dan merasa aman, ternyata kain kafannya menunggu dia, dia tidak tau. Ini artinya siapapun bisa mati kapan saja tidak memandang tua muda sakit sehat sehingga kita harus siap setiap saat untuk mati.

# Kematian merupakan pintu gerbang akhirat sehingga banyak ulama dan hadis-hadis menjelaskan tentang kematian sampai Rasulullah menganjurkan kepada kita untuk berlindung dari adzab kubur (dibaca sebelum salam dalam shalat).

# Tidak ada yang mengangan2kan mati kecuali oleh 3 orang:
1. orang yang bodoh tentang kematian, orang jahil ini tidak mengerti apa itu kematian dan bagaimana kehidupan setelah kematian misalnya preman nekat mati, pemabuk, maling, anak-anak tawuran. Padahal apabila ada yang mengetahui kehidupan setelah kematian, maka mendengar kalimat mati saja, di antara para ulama terdahulu itu ada yang pingsan.

2. Orang yang tidak percaya takdir atau menghindari diri dari takdir, mudah bagi dia untuk bunuh diri.

3. Orang yang berharap pertemuan dengan Allah dengan pertemuan yang benar dan pertemuan yang indah.

# Perbanyaklah kalian mengingat sesuatu yang menghancurkan kelezatan yaitu kematian.

# Utsman saat ziarah kubur menangis, ketika ditanya oleh seorang sahabat dan Utsman bin Afwan menjawab: "Rasulullah bersabda sesungguhnya rintangan pertama kali akhirat adalah kuburan, siapa yang selamat maka setelahnya lebih mudah dan siapa yang tidak selamat maka setelah lebih sulit" kemudian meneruskan hadis "saya tidak pernah melihat suatu pandangan yang menyeramkan lebih dari kuburan, tinggal dan hidup sendirian di suatu alam yang kita tidak mengetahuinya sama sekali, hidup di suatu alam dengan kesendirian hanya ditemani oleh amalan kita sendiri".

# Rasulullah mengatakan "jadilah kamu hidup di dunia seperti perantau.

# Setelah sakaratul maut, lepas ruh kita, kemudian kita masuk ke dalam alam kubur.

# Pedih perihnya rintangan kematian (saat sakaratul maut) itu tidak seberapa dibandingkan dengan rintangan di alam kubur.

Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Friday, 30 October 2009

Kematian Orang Mukmin dan Kafir

Kematian orang mukmin:

# ketika ruh dikembalikan ke dalam jasad, kemudian ada 2 Malaikat yang mendudukkan kita dan bertanya kepada kita dengan 3 pertanyaan:
1. siapa Tuhanmu? maka orang mukmin akan menjawab "Rabbiyallah" Tuhanku adalah Allah.
2. Apa agamamu? maka akan dijawab "Diini Al-Islam"
3. Rasul siapa yang diutus kepadamu? maka akan dijawab "Muhammad Rasulullah"

Ketika semua jawaban kita benar, maka malaikat akan bertanya "apa dasarmu bisa mengatakan itu?". ini menunjukkan bahwa pertanyaan alam kubur buka pertanyaan biasa seperti kuis, tapi pertanyaan konsekwensi kita di dunia. Bila kita tidak bertakwa kepada Allah, tidak akan mungkin kita akan bisa menjawab "Allah adalah Tuhanku", bila kita di dunia menentang Rasul walaupun ngaku cinta Rasul, maka kita tidak akan bisa menjawab Muhammad Rasulullah. Apabila kita hanya islam KPT saja, ngaku-ngaku islam tapi tidak puasa tidak shalat, kita tidak akan bisa menjawab Islam adalah agamaku.

# Setelah semua jawaban kita benar, akan ada jawaban dari langit " jawaban hamba-Ku telah benar, maka bukakan pintu menuju syurga, hamparkan permadani dari syurga dan luaskan kuburannya sejauh pandangan matanya." Maka setelah itu datanglah seorang laki-laki yang berwajah tampan dan berpakaian bagus memakai wewangian lalu dia berkata kepada kita "bergembiralah dengan sesuatu yang telah dijanjikan kepadamu". Si mayit bertanya "siapakah engkau, wajahmu yang membawa kebaikan" kemudian dia menjawab "aku adalah amalmu yang shaleh" maka ia menjawab "Ya Allah bangkitkanlah hari kiamat hingga aku kembali kepada keluargaku dan hartaku".

Kematian orang kafir:


# ketika ruh dikembalikan ke jasadnya dan datanglah 2 malaikat Munkar dan Nakir lalu bertanya:
- Siapa Tuhanmu, dia akan menjawab "ha..ha.. la adri" (aku tidak tau)
- apa agamamu, dijawab "ha.. ha.. la adri"
- siapa yang nabi yang datang kepadamu, dia juga menjawab "ha.. ha.. la adri"

maka datanglah panggilan dari atas "Dustalah orang ini!" "maka hamparkan permadani dari neraka dan bukakanlah pintu menuju ke neraka" lalu datanglah panasnya api neraka, racunnya api neraka dan bau yang anyir dari neraka sehingga kuburannya menjadi sesak, mengimpit dia sampai tulang rusuknya hancur. Kemudian datanglah laki-laki yang berwajah buruk, berbau busuk dan berkata "bergembiralah kamu dengan nasib buruk, yang telah dijanjikan kepadamu" Kemudian dia berkata "siapakah kamu yang membawa wajah keburukan", lalu dia menjawab "aku adalah amalmu yang buruk" maka orang tersebut berdoa "wahai Tuhanku, janganlah Engkau bangkitkan hari kiamat".

Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Thursday, 29 October 2009

Mahram

"Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," (An-Nisa': 22-25).


# Mahram itu ada 3 macam:
1. Mahram karena pertalian darah (keturunan)
2. Mahram karena pernikahan
3. Mahram karena sepersusuan

# Ada 2 macam pengharaman dalam masalah mahram ini, yaitu:
1. Pengharamana untuk selamanya (Tahrim Muabbad) dimana seorang wanita itu tidak boleh dinikahi bagi seorang lelaki sampai kapanpun.
3 macam sebab mahram di atas adalah mahram untuk selamanya. Salah satu contoh adalah mertua kita. Mertua adalah mahram untuk selamanya, walaupun kita sudah bercerai dengan anaknya, tetapi mertua kita tetaplah mahram kita untuk selamanya sehingga haram untuk dinikahi.

2. Pengharaman untuk sementara (Tahrim Muaqqat) dimana seorang wanita itu tidak boleh menikah dengan seorang lelaki dalam keadaan tertentu. Tapi kalau keadaannya itu sudah berubah, maka pengharaman itu akan hilang dan berubah menjadi halal.

pengharaman sementara meliputi:

1. Menikahi adik/kakak ipar
Kita diharamkan untuk menghimpun (dalam perkawinan) dua wanita yang bersaudara, misalnya kita menikahi kakak dan adiknya sekaligus, ini diharamkan dalam islam.
Jika kita menikah dengan kakaknya, maka haramlah kita menikahi adik perempuannya. Tapi bila istrinya (kakaknya) itu meninggal atau bercerai, maka kita boleh menikahi adiknya. Jadi haram menikahi adiknya selama masih ada hubungan pernikahan dengan kakaknya.

2. Menikahi istri orang lain
Islam juga mengharamkan kita untuk menikahi istri orang lain. Tapi bila dia sudah bercerai dengan suaminya, maka kita boleh menikahi dia. Juga wanita yang masih dalam masa 'iddah atau ditinggal mati suaminya. Maka dia haram dinikahi saat masa 'iddah tapi halal dinikahi ketika masa 'iddahnya sudah selesai. Jadi haramnya sementara waktu saja.

3. Menikahi istri yang sudah ditalak 3
Wanita yang sudah ditalak 3 oleh suaminya, maka suaminya itu tidak boleh menikahi dia lagi sampai mantan istrinya itu menikah dengan laki-laki lain dengan nikah yang sah kemudian bercerai dengan dia. Maka setelah perceraian itu, dia boleh menikahi lagi mantan istrinya.

"Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui," (Al-Qur'an: 230).

4. Menikah dengan wanita pezina
Seorang muslim tidak boleh menikah dengan wanita pezina seperti halnya juga wanita muslimah tidak boleh menikah dengan lelaki pezina, kecuali apabila mereka telah bertaubat.
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu`min. (QS. An-Nur : 3)

# Jika kita menikah dengan seorang janda yang mempunyai anak gadis. Ketika kita menikahi ibunya si gadis, ternyata kemudian besoknya atau suatu saat bercerai dengan dia atau dia meninggal (tetapi kita belum menggauli ibu si gadis itu) maka anaknya boleh dinikahi oleh dia.

Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Wednesday, 28 October 2009

Rintangan Setelah Kematian II

# Ada 3 bentuk pedihnya sakaratul maut:
1. dalam rangka bentuk adzab
2. dalam rangka meringankan siksa (seperti kematian orang-orang mukmin)
3. dalam rangka sebagai contoh (seperti kematian Rasulullah)

# Seseorang itu akan mati sesuai dengan kebiasaannya. Kebiasaan dia berbuat baik maka matinya akan insya Allah dalam keadaan baik pula dan sebaliknya.

# Orang yang mati su'ul khatimah (mati dalam keadaan buruk) na'udzubillah mindzalik, ada 4 macam: (maaf, yang ini mencatatnya ketinggalan satu (yang nomor 1, semoga insya Allah benar), apabila ada yang menemukan dalilnya mohon di share ya.. terima kasih).
1. Syirik kepada Allah
2. karena sering melalaikan shalat
3. karena meminum khamr
4. karena durhaka kepada orang tua

# 2 hal besar yang harus dihindari:
1. tidak bersih dalam berthaharah/bersuci(karena melanggar urusan hak Allah)
2. ghibah (karena melanggar urusan hak manusia)

penjelasan:
Urusan hak Allah adalah shalat yaitu harus bersih dalam bersuci terutama ketika mau shalat, karena itu urusannya dengan hak Allah.

urusan hak manusia adalah darah yang tidak boleh ditumpahkan sama sekali, oleh karena itulah kita tidak boleh meng-ghibah karena ghibah bisa menimbulkan pertumpahan darah dan melanggar hak manusia.



Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Tuesday, 27 October 2009

Rintangan Setelah Kematian

# Umur kita di dunia ini bagaikan sebuah jarum yang ditempelkan di lautan. Jarum itu bagaikan umur kita dan lautan itu bagaikan umur dunia.

# Umur dunia itu bagaikan sebuah jarum yang ditempelkan di lautan. Jarum itu bagaikan umur dunia dan lautan itu bagaikan umur akhirat. Masya Allah.. berarti umur kita itu adalah sedikit dari yang sedikit.

# Tidak ada yang ingin mati kecuali 3 golongan:
1. Orang yang tidak mengerti tentang kehidupan setelah kematian (ini tidak baik)
2. Orang yang ingin melarikan diri dari takdir (ini tidak baik)
3. Orang yang ingin bertemu Allah dengan pertemuan yang baik (ini baik)

# Mereka yang mengingat kematian mempunyai 3 keutamaan:
1. bersegera bertaubat
2. hati akan qanaah
3. akan banyak beribadah

# Kematian itu baik baik mukmin maupun kafir karena:
Baik bagi mukmin: sebagai tempat istirahatnya dia setelah beramal di dunia
baik bagi orang kafir karena meringankan dia dari siksa akhirat karena semakin lama dia di dunia, akan semakin banyak pula dosanya. Jadi kematian baik untuk mengurangi dosa yang akan diperbuatnya lebih banyak lagi.

# Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik perbuatannya
seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya dan jelek perbuatannya

# Setiap jasad anak Adam akan hancur kecuali tulang ekor

# yang pertama kali dikasih pakaian di syurga adalah nabi Ibrahim

# Orang yang bunuh diri di dunia, maka di akhirat dia akan disiksa dengan alat apa yang dia gunakan untuk membunuh dirinya.

Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Sunday, 25 October 2009

Makna Muthabaqah dan Tadzamun

Makna Muthabaqah

# Muthabaqah berasal dari kata Thabaqa - Yuthaabiqu, artinya punya makna yang sama (saling berkesesuaian).
-Misalnya Al-Qari'ah, Al-Waqi'ah, Al-Zalzalah semuanya mempunyai makna yang sama yaitu kiamat.

# Kalau kita mau mengambil suatu hukum muthabaqah, maka harus melihat ayat yang lain juga.
contoh yang lain adalah masalah cerai yaitu masalah iddah. Ada yang iddahnya itu 3 kali haid, 3 bulan, ada yang iddahnya sampai melahirkan. Tenyata perbedaannya:
-kalau iddahnya itu 3 kali haid itu kalau masih keluar haid
-kalau iddahnya itu 3 bulan untuk yang menopause (sudah tidak haid lagi)
-kalau iddahnya sampai dengan melahirkan itu bagi yang sedang hamil
sehingga kita harus melihat ayat yang lain dulu untuk menetapkan suatu hukum bila dia terkait dengan hukum muthabaqah.

Tadhawun

# Tadhawun berasal dari kata dhamana - yadhmanu yaitu mewakili, mencakup, mengganti, dan bisa saling menjelaskan yang lain.
Misalnya jika salah satu ayat diambil, maka bisa menggantikan ayat yang lain. contoh yang lebih jelas yaitu tentang ayat-ayat tauhid. Bila kita mengambil 1 ayat tauhid, maka berarti sama dengan ayat-ayat yang lain. Contoh lainnya yaitu ayat-ayat tentang jangan menghancurkan diri. Jadi 1 text itu mencakup seluruh pembahasan.
Contoh lain: Setiap yang memabukkan itu khamr dan setiap khamr itu haram.

# Shalat tidak sempurna kalau tidak berwudhu, maka wudhu ini hukumnya terkait dan masuk dengan ayat mendirikan shalat juga, yaitu wajib.

# Seluruh hukum yang terkait dengan hukum yang tadhamun, maka hukum itu menyangkut dengan hukum awalnya. Contohnya seperti shalat tadi. Hukum shalat itu wajib, dan syarat sahnya shalat itu kita harus berwudhu dahulu, maka hukum wudhu pun mengikuti hukum shalat juga.

Bagaimana bila ada ayat yang kesannya bertentangan?
Contoh: Allah menyebutkan menciptakan bumi 6 hari, kemudian Allah menyebutkan juga menciptakan bumi 8 hari, ini sebenarnya tidak bertentangan karena:
ternyata Allah menciptakan langit selama 6 hari dan menciptakan bumi selama 2 hari. (surat Ad-Dukhan) dan (surat An-Nazi'ah 28-30).
- di Al-Baqarah Allah terangkan bahwa Allah menciptakan langit, kemudian di surat An-Nazi'ah 28-30, Allah menciptakan bumi tanpa isi (setelah penciptaan langit). Yang pertama kali dipancangkan di bumi adalah gunung, kemudian mengisi isi bumi setelah itu mengisi langit. Lalu Allah membantah orang yahudi yang mengatakan bahwa Allah menciptakan langit 2 hari, bumi 2 hari kemudian istirahat karena kecapaian. Laa hawla walaa quwwata Illaa billaah.


Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Saturday, 24 October 2009

Tafsir Surat Al-Hadid

# Pentingnya mempelajari tafsir karena Allah mewajibkan kita untuk merenungkan al-Qur'an (dan mengamalkannya), tidak akan bisa kita merenungkan Al-Quran sebelum maknanya benar, dan tidak akan bisa kita memaknai dengan benar sebelum tafsirnya itu benar. Sehingga sangat penting untuk memahami tafsir al-Quran.

# Kalimat Nakara dalam suatu susunan/penafsiran yang datang setelah penafi'an, syarat, dan larangan, maka itu berarti umum.

contoh kalimat "Laailaaha" (tidak ada tuhan --> tuhan bersifat umum, tuhan mana saja baik itu berupa patung, harta, api, matahari dan sesembahan manusia lainnya), "Illallah" (kecuali Allah --> jadi Allah itu menafikan semua tuhan yang ada, menegaskan bahwa semua tuhan itu tidak ada, kecuali HANYA ALLAH SAJA)

# Yang menjadi patokan tafsir adalah umumnya lafadz, bukan khususnya sebab, contoh di Al-Mujadalah.

# Seluruh peristiwa dan berbagai kasus yang terjadi, dan akan terjadi, dan terus terjadi dimasukkan dalam perlakuan umum, contohnya Zaman (hukumnya tidak boleh dibatasi)
contoh lain:
- Hukuman mencuri itu potong tangan (hukuman ini tidak bisa dibatasi hanya berlaku pada zaman Rasulullah saja)
- Hukuman Zina, Khamr
- Berjilbab (Ada yang mengatakan bahwa Jilbab hanya untuk orang Arab saja, atau merupakan tradisi orang Arab, ini salah besar!, berarti dia telah membatasi tempat dan tidak melihat surat di al-Quran tentang kewajiban berjilbab bagi seluruh muslim.
- Yahudi dan Nasrani (ada yang mengatakan bahwa kaum Yahudi dan Nasrani berbeda antara dahulu dengan sekarang, juga beda antara Yahudi Arab dan Yahudi Indonesia, padahal tidak ada pembatasan zaman dan tempat).
- Rukyah (Pengobatan dengan rukyah ini berlaku dari dulu hingga sekarang untuk mengobatati kesurupan, penyakit, dll dan pengobatan ini akan terus ada, tidak dibatasi oleh zaman)

# Al-Quran itu bukan sebagai obat, tapi sebagai Syifa (sembuh.
Beda Syifa (kesembuhan) dan Dawaun (Obat).
- Syifa = Kesembuhan (berarti suatu kepastian untuk sembuh)
- Dawaaun = Obat (kalau obat, ada kemungkinan sembuh ada kemungkinan tidak, jadi bisa sembuh bisa tidak)

# Tauhid Billah (Tentang sifat Allah dan semua yang terkait dengan tauhid dan aqidah, tidak dibatasi oleh daerah atau masa)

# An-Nahl:36 --> seluruh ajaran islam itu tauhid.
Beda Aqidah dan Tauhid:
- Tauhid itu penjelasan tentang hak-hak Allah saja (ada 3 jenis tauhid)
- Aqidah itu lebih umum dari tauhid

Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Friday, 23 October 2009

Kedzaliman

# dzalim adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, asal sesuatu dalam islam adalah suatu keadilan.

# Sesungguhnya Allah telah melaknat orang-orang yang berbuat dzalim. Orang yang berbuat dzalim dijauhkan dari rahmat Allah dan diancam dengan hukuman yang pedih. "kami telah menyiapkan api neraka yang meliputi dia, bila dia minta air, maka akan datang air yang membakar wajahnya...".

# Janganlah orang yang berbuat dzalim menyangka bahwa Allah lalai terhadap kedzaliman yang dia lakukan. Bisa jadi Allah memperlambat hukuman bagi orang yang dzalim sehingga dia semakin terjerumus pada kedzaliman, Allah sengaja membuat dia seperti itu sampai Allah menghukum dia dan mengadzab dia dengan hukuman yang berat dan bertumpuk-tumpuk. Na'udzubillah mindzalik.

# Doanya orang yang didzalimi tidak akan ditolah oleh Allah.Langsung dikabulkan oleh Allah karena tidak ada penghalang. Rasulullah bersabda takutlah kalian kepada doanya orang yang didzalimi karena bila dia berdoa, tidak ada penghalang antara dia dan Allah. Maka berhati-hatilah orang yang berbuat dzalim!. Takutlah kepada Allah!.

# Hendaklah orang yang berakal, menghisab dirinya sebelum dihisab, hitunglah amal-amal kalian sebelum tidak ada lagi amalan. Di dunia ini ada amalan tapi tidak ada hisab dan di akhirat nanti ada hisab tapi tidak ada amal.

# Hendaklah kita meminta maaf kepada orang yang didzalimi walaupun kita harus mengeluarkan harta demi meminta keridoan dari orang yang kita dzalimi.

# Kedzaliman adalah kegelapan yang bertumpuk-tumpuk.

# 3 hal yang dimiliki oleh seorang muslim haram untuk dilakukan muslim yang lainnya yaitu:
- Darah seorang muslim, hukumnya haram untuk ditumpahkan (haram membunuh muslim lainnya)
- Harta seorang muslim, hukumnya haram untuk dirampas (tidak boleh merampas atau mencuri hak sesama muslim)
- harga diri seorang muslim, hukumnya haram untuk disakiti (tidak boleh menyakiti hati muslim lainnya)

# Jadi bila kita memaki seorang muslim, mencela, mempermalukan dia di depan umum, menuduh atau menyakiti hati muslim yang lain, maka berarti kita sudah berbuat dzalim (mendzalimi harga diri dia).

# jadi batasan berbuat kedzoliman adalah apabila kita melakukan pelanggaran terhadap 3 perkara di atas kepada saudara kita muslim yang lain yaitu pada darah, harta, dan harga diri.

Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Thursday, 22 October 2009

Teroris Bertentangan Dengan Akhlak Islam

# Islam itu Indah, damai dan mendamaikan. Islam tidak mengajarkan berbuat ketidaktenangan, kerusuhan, terlebih kerusakan dan pembunuhan.

# Apabila seorang muslim sedang membawa pedang atau panah yang tajam, maka peganglah bagian yang tajamnya agar tidak menakuti kaum muslimin yang lainnya.

# Bukanlah dari golongan kami orang muslim yang menodongkan pedang atau benda tajam lainnya kepada kaum muslimin lainnya untuk menakuti dia, walaupun itu hanya suatu gurauan.

# Islam juga melarang kita untuk memberi isyarat atau menunjuk sesuatu kepada saudara kita dengan dengan pedang atau dengan menyodorkan benda tajam lainnya, walaupun hanya bergurau. Karena dia tidak tau kalau ada kemungkinan syaithan untuk menggoda tangannya dan tangannya melukai saudaranya dengan benda tajam itu.

# Abul Qasim berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda: barangsiapa memberikan isyarat kepada saudaranya dengan benda tajam, maka malaikat akan melaknat dia sampai dia meninggalkan perbuatan tersebut. Abul Qasim mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, janganlah menyodorkan benda tajam dalam keadaan terbuka meskipun dalam keadaan bercanda. Subhanallah, itu hanya menyodorkan saja yang mungkin akan membuat kaum muslimin yang lain takut (walaupun dengan bercanda) itu saja tidak boleh, terlebih lagi bila kita membunuh kaum muslimin lain bahkan mengebom mereka apapun alasannya (itu bukan jihad sama sekali).

# islam mengharamkan perbuatan khianat "sesungguhnya Allah tidak suka dengan perbuatan khianat"

# bagi setiap orang yang berbuat khianat akan ditancapkan bendera sesuai dengan kadar khianatnya dan akan dilihat oleh semua manusia.

# walaupun dalam peperangan dengan orang kafir, kaum muslimin tidak boleh membunuh anak2 kecil, para wanita dan orang-orang yang sudah tua dari golongan musuh, tidak boleh berbuat khianat, tidak boleh mencabik-cabik walaupun itu mencabik-cabik musuh. Bagaimana dengan pemboman teroris yang mengaku islam yang membombardir tubuh manusia. Apakah semua itu bisa disandarkan pada Islam?.

# islam selalu menjaga perjanjian, dan tidak semua orang kafir boleh dibunuh. Jadi orang kafir yang sedang menjalani perjanjian dengan kita, orang kafir yang meminta pengamanan kepada kita, semua mereka tidak boleh kita bunuh sama sekali.

# Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu'ahad (orang kafir yang memiliki perjanjian dengan kita) maka dia tidak akan mencium bau syurga.

# Barangsiapa yang sudah berjanji untuk mengamankan seseorang kemudian dia membunuh orang tersebut, maka Rasulullah mengatakan "aku berlepas diri dari orang itu" walaupun yang dibunuh (yang meminta pengamanan dan kita amankan) adalah orang kafir. Tetapi karena dia melanggar perjanjiannya, maka Rasulullah berlepas diri darinya.

# islam mengharamkan kita mengganggu orang lain dengan menghancurkan harta benda orang lain, terlebih lagi menumpahkan darah mereka.

# Larangan orang yang melempar sesuatu di malam hari karena mereka akan mengganggu orang-orang yang sedang tidur. Rasulullah mengatakan "mereka bukan golongan kami". Bagaimana dengan bom-bom yang dilakukan teroris yang mengaku-ngaku dari islam? apakah mereka tidak peduli dengan hadis ini?

# Para ulama banyak yang bermunaqashah (berdialog) dengan mereka yang berpemikiran sesat seperti para teroris tersebut dan mereka banyak yang sadar. Dalam sejarah ketika itu khawarij yang memberontak berdialog dengan Ibnu Abbas dan ada sekitar 2.000 orang sadar. Tetapi tidak semua orang bisa berdialong dengan mereka, yang berhak berdialog adalah para penuntut ilmu dan yang mengetahui seluk beluk pemikiran mereka dan bisa menunjukkan kesalahan mereka serta menjelaskan kebenaran kepada mereka dengan ilmu yang didasarkan pada pemahaman yang benar yang dibangun pada Al-Quran dan Sunnah. Jangan sampai yang berdialog dengan mereka itu orang yang tidak berilmu, karena mereka akan terpengaruh oleh pemikiran sesat mereka dan akan terbawa kepada mereka.

# Orang yang murtad harus dibunuh. yang berhak untuk menegakkan hukum pembunuhan itu adalah pemerintah.

# Apabila ada yang mengatakan "saudara kita di palestina dibunuh oleh orang-orang kafir yahudi, berarti kita juga bisa membunuh orang-orang kafir di manapun mereka berada, termasuk di Indonesia." apakah dia mengatakan itu berdasarkan yang diperintahkan oleh Rasulullah? Apakah Rasulullah mengajarkan balas dendam tanpa ada aturan syar'i?. Ketahuilah bahwa hukum syariat harus dibangun diatas dalil, apabila dia berpemikiran bahwa itu hukum qishas (nyawa dibayar dengan nyawa), maka berarti dia tidak mengetahui apa itu hukum qishas. Hukum qishas ada hukumnya sendiri dan tidak ada kaitannya dengan pembunuhan kaum muslimin yang dibunuh oleh kaum kafir.

# Bunuh diri diharamkan secara mutlak, dilarang memberikan mudharat (menyakiti diri sendiri) bahkan sekedar mengangankan untuk matipun kita dilarang, terlebih lagi bila kita bunuh diri, terlebih lagi membunuh orang. itu mutlak keharamannya.

# Hukum tentang sebuah atsar doif atau shahih, harus diteliti dengan atsar, ditinjau dari sanadnya, diteliti dengan sebaik-baiknya berdasarkan ilmu.

# Masalah mentakfirkan (mengkafirkan kaum muslimin) bukanlah hal yang mudah. Sehingga janganlah mudah mengkafirkan orang karena bukan urusan kita. Urusan kita adalah menuntut ilmu. Dibutuhkan ilmu yang banyak tentang ini, harus faham semua cabang ilmu, Karena jika kita mengatakan dia kafir (berarti dia keluar dari islam) maka akan ada hukum lain bahwa dia boleh dibunuh (darah dia halal), sehingga tidak boleh asal mengkafirkan orang.

# Ada ulama Hadist, ada ulama Fiqih, tapi tidak ada ulama khusus jihad juga.

# Patokan syariat adalah dalil, dan banyak sekali dalil yang menyatakan bahwa perbuatan bom bunuh diri dengan mengatasnamakan jihad tidak sesuai dengan akhlak dan syariat islam.

Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Wednesday, 21 October 2009

Tawakkal

# Kita bertawakkal setelah melakukan usaha. Usaha (ikhitar) yang kita lakukan harus dilakukan dengan jalan halal.

# Orang yang bertawakkal tidak akan berputus asa walaupun gagal tapi akan tetap berfikir positif dan yakin kalau Allah punya rencana lain yang lebih baik lagi.

# Semakin besar tawakkal kita kepada Allah, maka semakin mulia kita di sisi Allah.

# 3 karakteristik orang yang bertawakkal:
1. orang yang bertawakkal berikhtiar secara maksimal
2. orang yang bertawakkal berikhtiar dengan cara yang halal
3. orang yang bertawakkal, setelah berikhtiar dia akan menyerahkan semua hasilnya pada Allah dan tidak akan berputus asa dikala terjadi suatu kegagalan.

# orang yang zuhud bukanlah orang yang miskin, tapi orang yang memilki banyak harta tapi tidak meletakkan harta itu di hatinya. Dia selalu siap menginfakkan harta itu di jalan Allah.

# Seorang muslim itu akan terlihat tenang walaupun dalam keadaan terkena musibah, tidak ada orang yang tau kalau dia dalam kesusahan. Dia sabar dan hanya berserah diri pada Allah, berkeluh kesah kepada Allah dan yakin Allah akan membantu dia.

# Cara melawan rasa malas:
- Jangan terlalu banyak melakukan hal-hal mubah
- sering-sering baca sirah nabawiyyah, cerita pada sahabat dan orang-orang shaleh dan penuntut ilmu lainnya.

Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.

Monday, 19 October 2009

Tafsir Surat An-Nisa

# Berikanlah hak anak itu secukupnya semampu dia mengelolanya, termasuk nafkah untuk istri juga.

# Apabila ada anak yatim yang kaya, maka kita tidak langsung memberikan semua harta waris ayahnya kepada dia. Tapi kita harus melihat kesanggupan dia dalam mengelola keuangan. Si yatim ini harus di test/diuji apakah dia mampu mengelola keuangannya sendiri? jika belum bisa, maka pengelolaan keuangan si yatim ini sementara dihandle oleh pengurusnya (baik itu keluarga dia sendiri maupun orang lain yang bisa dipercaya) sampai si yatim dewasa atau bisa mengurusnya sendiri.

# Dikatakan dewasa bila seseorang sudah sampai usia menikah (ini menurut pengertian syar'iyyah)

# "wamankaana ghaniyyan fal yasta'fif": sebagai pengurus harta anak yatim, maka dia boleh mengambil hak atas pengurusannya. Tapi kalau dia sendiri (pengurusnya itu) orang yang kaya, maka alangkah lebih baiknya untuk tidak mengambil hak pengurusannya.

# Hak pengurusan anak yatim itu secukupnya saja dan tidak berlebihan.

# Bagi laki-laki, ada bagian orang tua maupun kaum kerabat contoh dari kakak, paman, saudara. Bagi wanita ada bagian harta yang ditinggalkan oelh orang tuanya baik sedikit maupun banyak.

# Engkau meninggalkan anak keturunanmu dalam keadaan cukup (harta)adalah lebih baik dari pada meninggalkan mereka dalam keadaan tidak mempunyai harta (miskin).

# Hibah itu pada saat masih hidup
# Waris itu pada saat sudah meninggal

# Kafarat Nazar = Kafarat Sumpah


Segala kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan ada pada saya sendiri dan dari syaithan. Allah a'lam.